Home Wednesday, 08 September 2010
 cari...
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tulisan Yg layak dibaca
Mentan: Jangan Takut Perang Dagang Dengan Uni Eropa

Mentan: Jangan Takut Perang Dagang Dengan Uni Eropa

 

 

Jakarta - Produk kelapa sawit Indonesia termasuk crude palm oil (CPO) selama ini sulit masuk ke pasar Uni Eropa dengan alasan standar kualitas, masalah lingkungan dan lain-lain.
I ndonesia diharapkan jangan berkecil hati dengan trik perang dagang yang dilancarkan Uni Eropa itu. Sebaliknya, Indonesia harus bisa memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengembangkan produk turunan CPO seperti biodiesel.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Pertanian Anton Apriyantono dalam acara Rapat Kerja Departemen Perdagangan (Depdag) di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (11/8/2008).

"Jangan takut perang dagang dengan Uni Eropa," seru Anton.

Menurut Anton, tindakan Uni Eropa (UE) hanya bagian dari politik dagang mereka, sehingga Indonesia harus melakukan tindakan tepat, diantaranya tidak memaksakan untuk masuk ke pasar UE. Apalagi sekarang ini kebutuhan produk olahan CPO termasuk biodiesel masih sangat tinggi di pasar dalam negeri dengan trend harga CPO terus mengalami penurunan.

"Kita harus memaikan peran agar harganya stabil salah satu yang diambil adalah gunakan CPO untuk biodiesel. Kalau Eropa menghambat perdagangan CPO kita ya kita pakai buat biodiesel saja, kita juga butuh," ucapnya.

Anton mengatakan, produk CPO Indonesia ditargetkan pada tahun 2009 mencapai 19,44 juta ton atau mengalami kenaikan drastis dari produksi tahun 2008 yang diperkirakan hanya 17 juta ton.

"Sekarang ini 17 juta ton yang tadinya masih muda-muda sekarang berbuah, perluasana kita jalan terus sekarang ini kita kerepotan menyediakan bibitnya," jelas Anton.

Optimisme pencapaian target tersebut, lanjut Anton, didukung oleh adanya peluasan lahan sejak tahun 2007 yang memberikan tambahan lahan 1,9 juta hektar. "Ada tambahan 500 ribu hektar per tahun," rincinya.

Selain produk CPO yang ditaksir meningkat, produk padi pada 2009 diprediksi juga bakal naik mencapai 63-64 juta ton padi atau setara dengan 40 juta ton beras.

"Insya Allah kita sudah bisa ekspor, kita atur ekspornya jangan besar-besar dulu," harapnya. (sumber detik.com)
 
Saat ini ada 5 tamu online
Anda Pengunjung Ke

Link Bank Online
Klick Gambar ini
 
 
 

  
 
September 2010 October 2010
Su Mo Tu We Th Fr Sa
Week 35 1 2 3 4
Week 36 5 6 7 8 9 10 11
Week 37 12 13 14 15 16 17 18
Week 38 19 20 21 22 23 24 25
Week 39 26 27 28 29 30
Post New Event Post New Event
. © 2003 All rights reserved.
Design by Hasanuddin Thawil