Malaysia Ngebet Impor Sapi Bali Jakarta - Malaysia sedang melobi Indonesia untuk bisa mengimpor sapi Bali dari Indonesia. Namun pemerintah Indonesia masih berhati-hati untuk mengabulkan permintaan impor sapi Malaysia tersebut.
Secara umum keinginan Malaysia itu memang suatu hal yang positif untuk meningkatkan produktifitas ekspor bidang peternakan Indonesia. Namun bila dikabulkan justru langkah ini dikhawatirkan bisa menjadi boomerang dan merugikan Indonesia.
Demikian disampaikan oleh Menteri Pertanian Anton Apriyantono dalam acara Rapat Kerja Departemen Perdagangan (Depdag) di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (11/8/2008)."Kedepannya kita tidak menutup kemungkinan (ekspor) terutama Malaysia, kita punya daging sapi Bali. Maaf-maaf Malaysia itu bukan minta daging sapi, tapi sapi Bali jangan-jangan mereka bisa kembangkan, nantinya kita bisa impor sapi Bali dari Malaysia," katanya Anton.Dikatakan oleh Anton, permintaan ini belum dikabulkan oleh pemerintah Indonesia. Lebih lanjut Anton mengatakan, pemenuhan kebutuhan daging dalam negeri saat ini masih menjadi tantangan. Ini mengingat daging impor hanya dipasok dari Australia dan Selandia Baru.Produk daging sapi merupakan salah satu 35 komoditas yang menjadi prioritas untuk dikembangkan kedepannya diantaranya, tananama pangan terdapat 7 macam seperti padi, jagung, kedelai, kacang hijau dan tanah, ubi jalar dan kayu.Sedangkan untuk hortikuktura terdiri dari 10 macam seperti kentang, cabe, merah, bawang. Untuk perkebunan ada 12 macam dan peternakan ada 6 macam termasuk daging sapi. (sumber detik finance) |