|
Penemuan Ular Terkecil Banyak Dicibir |
Penemuan Ular Terkecil Banyak Dicibir  SAN JUAN, SELASA - Berita mengenai penemuan ular terkecil di dunia tidak hanya mendapat tanggapan miring dalam komentar pembaca di Kompas.com. Sejumlah pembaca di luar negeri juga mencibir temuan spektakuler yang segera menyebar melalui halaman blog dan siaran radio.
  Rata-rata pembaca akan berkomentar bahwa ular tersebut bukan hal yang luar biasa. Beberapa mengatakan pernah bahkan sering melihatnya di sekitar rumah terutama saat masih kecil.
"Yang gituan mah ga aneh, kami di Jawa Barat (Tasikmalaya) sering menyebutnya Orang Taneuh (Ular Tanah). Jadi bukan penemuan baru tapi baru pada tau aja tu bule...," tulis komentar dengan nama Denny. Pembaca yang mengaku dari Semarang, Garut, Sumedang, dan Depok, juga mengaku pernha melihatnya.
Koementar senada ternyata juga datang dari warga Pulau Barbados sendiri. Bahkan, komentar tersebut dengan nada yang lebih pedas.
"Bagaimana nggak gila, orang itu datang ke sini dan menamai ular tersebut dengan nama istrinya?" ujar Margaret Knight, salah satu penulis di blog Barbados Free Press. Ular yang ditemukan S Blair Hedges dari Pennsylvania State University itu memang diberi nama Leptotyphlops carlae yang diambil dari nama isterinya Carla.
Hedges mengakui bahwa ular yang hanya tumbuh tak lebih dari 10 centimeter tersebut mungkin memang bukan spesies yang langka. Ia juga memahami mengapa penduduk Barbados marah karena sudah biasa melihatnya.
Namun, secara ilmiah, ular tersebut belum pernah dideskripsikan dan Hedges adalah orang pertama yang melakukannya sehingga punya hak untuk menentukan nama ilmiah. Hasil analisis genetika yang dipublikasinyya dalam jurnal Zootaxa juga menunjukkan bahwa spesies tersebut belum pernah tercatat sebelumnya.
Ia mengatakan kebanyakan spesies baru sebelumnya memang sudah diketahui oleh penduduk lokal. Bahkan, ia sendiri menggunakan sampel spesies yang diambil tahun 1889 dan 1963 untuk membandingkan sifat genetik ular tersebut.
Sebagai pakar biologi evolusi, Hedges memang sangat teratrik pada hewan-hewan yang ukurannya kecil. Sebelumnya, ia dan timnya juga menemukan kadal terkecil di dunia dari Republik Dominika dan katak terkecil di dunia dari Kuba. Nah dengan kejadian ini, seharusnya kita sadar bahwa banyak kekayaan alam yang selama ini kita abaikan begitu saja. HT Sumber : AP |